Featured
Posted in Application

KulWhap: Belajar Nulis Iklan Biar Laris

BELAJAR NULIS IKLAN SELAMA 6 HARI GRATIS ??? SERIUS ???

Belajar materi:

– Bagaimana Mengubah Prospek menjadi Pembeli
– Menjual hanya dengan Kata – kata
– Tips membuat iklan yang nyaman dibaca
– Unsur Pendukung iklan yang membuat cepat Closing
– Membuat pemirsa mau membaca iklan anda hanya dalam waktu 3 detik.

Alhamdulillah dapat seat mengikuti kuliah online ini. Tadinya saya masih bertahan di WAG Jurnal Bayi Muslim beberapa bulan lalu, kulwhap bedah buku di sana sudah selesai tapi saya belum left grup. Dari situ saya sering mendapatkan info-info kulwhap. Terakhir yang saya ikuti, ya kulwhap ini. Dapat info dari mas Ari Wardhani.

Kulwhap ini dimulai dari tanggal 3 Januari 2019 jam 19.30 WIB sampai 10 Januari 2019. Diikuti oleh yang tadi awalnya 2000 peserta menjadi 8000 peserta, ada 32 grup whatsapp, dengan 1 grup sekitar 250 peserta dan saya kebagian grup 16.

Pematerinya adalah:

Wisnu Andrianto
Beliau adalah Founder Muslim Entrepreneur University ( MEU ).
Beliau juga seorang reseller sukses yang mempunyai omset ratusan juta perbulan melalui jualan online.
Beliau penulis buku ‘Rahasia Menjadi Reseller Jutawan’ ( RMRJ ).

Eko Adityo Nugroho
Beliau adalah seorang konten Writer di sebuah media berita ternama di Indonesia.
Beliau juga seorang Copywriter handal yang sudah menghasilkan jutaan hanya dengan iklan di sosial media.
Beliau TOP Seller di MEU.

Jadwal pemateri:

1. 3 hari awal coach Wisnu Andrianto di grup 1 sampai 16.
2. 3 hari awal coach Eko Adityo Nugroho di grup 17 sampai 32.

Dan sebaliknya di 3 hari terakhir.

Saya kebagian grup 16,  berarti malam tanggal 3 Januari, pemateri di grup saya adalah coach Wisnu Andrianto.

Malam 1:

Momen tahun baru ini kesempatan bagi saya untuk introspeksi dan mengevaluasi diri, baik hal – hal spiritual mau pun bisnis. Apa yang saya capai di tahun yang lalu. Dan setelah itu membuat resolusi. Nah ini marak sekali ya kalau tahun baru. Membuat resolusi. Tapi sayangnya dari banyak orang yang buat hanya sangat sedikit yang mencapai nya. Kenapa bisa begitu?? Karena memang sangat sedikit yang benar – benar serius membuat nya. Kebanyakan hanya menuliskan keinginan. Bukan sesuatu yang memaksa yang harus di wujudkan.

Kalau ada kata – kata HARUS berarti wajib di wujudkan, mungkin saja resiko nya besar jika tidak di wujudkan. Nah orang yang benar – benar tau apa yang Harus diwujudkannya inilah yang bisa mewujudkannya.

Sebelum saya sharing banyak tentang Copywriting, pastikan Anda TAHU dan PAHAM cara kerja mendapatkan income di internet atau istilahnya DIGITAL MARKETING. Karenanya, di materi pertama ini saya tidak membagikan tips, trick atau strategi dalam menulis copywriting.

Begini, kita semua sepakat, ya, kalau BISNIS itu harus menghasilkan UANG. Dan Uang itu HASIL dari PENJUALAN. Dan bukan hanya itu PENJUALAN adalah hasil dari INFORMASI yang Anda kirimkan ke PROSPEK Anda.

Pada intinya, PENGHASILAN yang sekarang Anda inginkan, sekarang uangnya ada di calon PEMBELI Anda. Sayangnya, Anda tidak bisa begitu saja mengambilnya dari rekening mereka. Anda tidak punya kontrol untuk itu. Karenanya, Anda harus punya:

– Produk yang memang mereka butuhkan.
– Informasi yang jelas ke mereka.
– Pelayanan yang terbaik dari Anda.

Jadi, 3 tugas yang Anda lakukan untuk menghasilkan uang di internet adalah:

1. MENDATANGKAN TRAFIC
2. MENINGKATKAN KONVERSI PENJUALAN
3. MEMBANGUN RELASI

1. Datangkan dulu ORANG (TRAFFIC) nya

Anda punya produk sebagus apapun, semurah apapun, dan diskon segede apapun kalau tidak ada yang melihat penawaran Anda, tidak ada yang kenal dengan Anda. Mana mungkin ada yang beli? Karenanya, TRAFFIC itu adalah orang orangnya, calon costumer Anda. Setidaknya, untuk sukses di langkah pertama ini, Anda punya 3 cara.

1. Organic Traffic
2. Paid Traffic
3. Direct Traffic

2. Meningkatkan konversi penjualan

Nah, disinilah letak Copywriting berperan. Karena alasan inilah saya tidak buru buru menjelaskan copywriting. Karena bisa jadi, setelah Anda belajar copywriting dan hasilnya tidak ada. Maka bisa jadi, memang trafficnya dikit. Gimana mau laris, kalau yang baca copywriting aja nggak ada. Sebenarnya, ada satu hal lagi yang membuat konversi kita bagus. Yaitu PENAWARANNYA.

3. Membangun Relasi

Ini adalah skill bagaimana membangun relasi terus menerus dengan pelanggan Anda atau dengan CALON pelanggan Anda. Kalau ke calon pelanggan, ya agar mereka beli. Kalau ke pelanggan lama, agar mereka beli lagi (repeat order), membeli lebih banyak (upsell) dan merekomendasikan produk Anda ke teman-temannya (referral).

*TUGAS* (Sekarang tulislah)

1. Apa manfaat dari produk Anda?
2. Apa alasan orang untuk membeli produk Anda?
3. Apa yang terjadi kalau dia tidak membeli produk Anda?
4. Siapa sebenarnya orang yang membutuhkan produk Anda?
5. Berapa kira kira usianya? minatnya? gendernya? laki laki atau perempuan?
6. Dimana mereka biasa berkumpul? di Group apa?

Jawab 6 pertanyaan di atas. Karena dari 6 pertanyaan tersebut akan menentukan bagaimana Anda dalam menulis copywriting.

Malam 2:
Lanjut ke materi PERSONA TARGET. Apa itu PERSONA dan bagaimana mengubah yang awalnya sekedar TARGET MARKET menjadi PROSPEK.

Menurut Anda, siapa TARGET market yang tepat untuk buku di atas?

Continue reading “KulWhap: Belajar Nulis Iklan Biar Laris”

Featured
Posted in Parenting

KulWhap: DR. Ericka J. Turner – A Woman’s Story

Dalam rangka memperingati milad Ibu Profesional ke-7 serta Hari Ibu, IP Non Asia mempersembahkan acara kuliah whatsapp Dr. Ericka J. Turner: a Woman’s Story, Wanita dan Produktivitasnya di Setiap Fase Usia, pada Sabtu 22 Desember 2018 jam 10.00 WIB. Kulwhap ini bilingual alias dua bahasa. Salut kepada tim kulwhap, mba Yovita selaku moderator, mba Amirinnisa selaku moderator relayer, mba Mardhatillah selaku notulen dan mba Wenda selaku leader IP Non Asia, yang sudah menerjemahkan bahasa secara cepat. Materi ataupun diskusi disampaikan berbahasa Inggris dan disusul bahasa Indonesia.

Kulwhap kali ini kebagian seat di grup utama. Grup beranggotakan 255 orang peserta dengan 3 orang admin grup. Peserta dari berbagai negara dan regional di Indonesia. Sehingga waktu pun menyesuaikan karena Dr. Ericka sendiri saat diskusi online, di sana malam hari sedangkan di Jakarta jam 10. Coba tebak, Dr. Ericka sedang berada di negara manakah? 😀

Seminggu sebelum tanggal 22 Desember, tim kulwhap sudah membagikan link kulwhap. Mba Yovita dan mba Amirinnisa memandu jalannya kulwhap dengan baik sampai hari H. Tanggal 18 Desember, moderator mulai membagikan link materi, video profil, dan link pertanyaan untuk didiskusikan saat tanggal 22 Desember. Materi yang berjudul ‘Jangan Pernah Melihat ke Belakang’ berupa wawancara leader IP Non Asia dengan Dr. Ericka di Las Vegas, US.

Dr. Ericka J. Turner adalah seorang wanita produktif dan inspiratif hingga di usianya yang ke 78. Berasal dari Norwegia. Di usia muda (belum 4 tahun) pernah menjadi tawanan perang, dari Norwegia ke Swedia, hingga menjadi imigran di Amerika.

  • pernah bergabung dalam show ‘Holiday on Ice’ berkeliling Amerika
  • tidak berkesempatan menyelesaikan sekolah namun bermimpi untuk sekolah di perguruan tinggi hingga mendapatkan gelar Bachelor, Master, dan PhD
  • mengawali karir menjadi guru
  • pernah dinobatkan sebagai ‘Teacher of The Year’ dan sebagai ‘The Most Influencial Teacher’
  • meraih nominasi K2 program teacher in space, project pesawat ulang alik Challenger tahun 1986
  • meraih 5 medali emas di World Senior Olympics
  • menjadi juara Sprint Triathlon
  • aktif bersepeda menjelang usia 78 tahun

Quote favoritnya dari Gandhi:

Live every day, as if you will die. Learn every day as if you will live forever.’

Diskusi online dengan Dr. Ericka berlangsung pada jam 10. 00 WIB tanggal 22 Desember. Banyaknya pertanyaan yang diajukan dan beberapa ada pertanyaan serupa, tim kulwhap membagi per pertanyaan dengan beberapa kategori. Kemudian Dr. Ericka menjawab dengan voice note. Tim kulwhap dengan sigap merangkum jawaban yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dr. Ericka senang mendapatkan pertanyaan dan senang berbagi jawaban dengan cepat merespon tanggapan dari peserta kulwhap.

Dari kulwhap ini, dapat diambil kesimpulan, ‘tuliskan mimpimu, berusahalah mencapainya, lakukan apa yang bisa kamu lakukan, lakukanlah bukan mencoba melakukan, tulis apa yang hendak dilakukan dari pagi sampai malam, evaluasi sebelum tidur, dengan menulis membuat catatan, target akan mudah dicapai’. Iya juga sih, bu Septi selaku founder IP pun juga menyuruh untuk tulis tulis dan tulis. Membuat timeline sehari-hari, untuk mencapai misi kehidupan, dengan tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Akhir kulwhap ini, tim membagikan link ebook perdana IP Non Asia, link feedback kulwhap, link notulensi, dan sertifikat.

Terima kasih tim kulwhap, mba Yovita, mba Amirinnisa, mba Mardhatillah dan mba Wenda. Sukses untuk IP Non Asia. Semoga selalu diberkahi.

Agam, 25.12.2018@13.57

Featured
Posted in Parenting

Waktunya Pakai CD

Akhirnya Zahra belajar pipis ke kamar mandi alias toilet training usia 21 bulan, tepatnya tanggal 28 Maret 2018. Nekat saja sih, belajar untuk siap, tapi belum banyak tau ilmu tentang toilet training ini. Dulu, ketika hamil, niatnya memakaikan popok kain (clodi) saja ke anak. Kemudian kalau anak sudah bisa jalan, langsung pakai celana dalam biasa (CD). Karena mikirnya saya seharinya full time di rumah, bisalah beres-beres sendiri. Pakai popok sekali pakai (pospak) untuk pergi keluar rumah saja, kontrol ke dokter atau jalan- jalan. Tetapi ketika Zahra usia 2 bulan, semuanya berubah, setelah merasakan lelahnya begadang dan enaknya pakai pospak 😀 . Mau pakai clodi atau pospak tergantung mood ibunya. Jadi ga 24 jam clodi dan ga 24 jam pospak.

Pencarian clodi ketika hamil dimulai dari beli popok tali lusinan, beli online clodi waterproof di clodimurah.com. Pospak pertama kali beli merek Sweety tipe perekat. Kemudian pernah beli online Goon karena pasar di sini belum ada yang jual. Setelah 6 bulan baru mencari review pospak yang bagus. Pilihan jatuh ke Merries tipe celana, mengingat anak sudah bolak balik badan dirasa susah diam memakaikan pospak tipe perekat. Sedangkan Merries tipe perekat mahal euy. :p

Usia 1 bulan full popok tali, pernah 2x pakai pospak ketika pergi kontrol ke rumah sakit.

Usia 2 bulan sampai 14 bulan siang pakai clodi, malam pakai pospak.

Cluebebe & GG

Dibeli tanggal 18 Maret 2016, lupa euy harganya, mungkin sekitaran 60.000an. Newborn sampai usia 6 bulan baguslah pakai ini, gampang dipakai karena tipe perekat. Kekurangnnya, makin lama dipakai, perekatnya jadi melemah gampang lepas saat anak sudah aktif bergerak. Lapisan luarnya ga begitu tahan air, anak pipis masih terasa agak basah. Lingkar paha ga begitu fit, mungkin karetnya kurang elastis.

 

Ecobum Universal Cover

Ecobum Universal Cover

Dibeli tanggal 28 Desember 2016, harga Rp89.000 untuk 1 pcs. Saya paling suka clodi ecobum ini karena fit body bisa disetting S M L, lingkar paha fit, tipe snap ga gampang lepas, lapisan luar tahan air dibandingkan merek Cluebebe dan GG.

Katanya newborn bisa dipakai, tapi kegedean di anak saya. Jadi clodi ini dipakai saat usia >6 bulan sampai saat anak ga bisa lagi dibaringkan ketika pakai celana 😀 

Saya punya clodi enam, satunya lagi merek Nathabam, merek ini paling ga tahan air. Beli clodi pun model universal cover lebih praktis, penyerapnya yang dibanyakin. Tinggal gunting aja kain yang berpotensi untuk penyerap pipis, jahit dan lipat 😀 .  Jika anak pipis, tinggal ganti penyerapnya, covernya ga usah diganti kalau memang ga basah ya. Clodi model insert penyerap, rada ribet masukin penyerapnya. Trus kalau anak pipis, berarti ganti semua, penyerap dan covernya, nambah cucian. 😀

Continue reading “Waktunya Pakai CD”

Featured
Posted in Parenting

KulWhap: Cara Mendidik Anak Cinta Al-Quran

Informasi kuliah whatsapp ini saya dapatkan dari WAG Keputrian PTIK BPPT. Terima kasih Vira sudah memposting info ini.

KulWhap ‘Mendidik Anak Cinta Al-Quran’ berlangsung tanggal 17-18 Desember 2018, jam 20.00-21.00 WIB. Admin grup dari Inspira Quran. Peserta ada 250 orang campur laki-laki dan perempuan.

Alur kulwhap ini, pertama, admin menyampaikan hal terkait proses kulwhap. Grup disetting searah. Hanya admin dan pemateri yang dapat post ke grup. Sehingga grup kelihatan ‘sepi’ 😀 tetapi justru baik. Tidak banyak chat, memory hp aman 😀 . Peserta yang ingin bertanya langsung menghubungi admin.

Kedua, admin memperkenalkan profil pemateri. Beliau bernama J. Saifulmillah, biasa disapa Kang Syamil. Tinggal di Bandung – Jawa Barat. Sehari-hari beraktivitas sebagai pengajar di Al-Fatih Boarding School Bandung. Selain itu, beliau juga sebagai penggiat beberapa kegiatan Al-Quran. Salah satunya, beliau merintis Inspira Al-Quran, sebuah upaya mendakwahkan Al-Quran kepada masyarakat melalui ragam media yang ada dewasa ini. Bagi yang ingin berjejaring ukhuwwah dengan beliau di Facebook, dapat meng-add beliau di www.facebook.com/syamilaja.

Ketiga, Kang Syamil menyapa peserta, dan mulai berbagi ilmu. Berikut pemaparan Kang Syamil.

Tak sedikit orang tua yang mengharapkan anaknya jadi penghafal Al-Quran. Mungkin juga termasuk kita ya. Di antara mereka  ada yang mengikut sertakan anak-anaknya ke pusat-pusat karantina untuk mendapatkan lonjakan capaian setoran Al-Quran. Itu merupakan hal yang baik, dan akan sangat baik lagi jika tujuan utamanya bukan semata-mata mendapatkan kuantitas setoran hafalan, tetapi untuk menanamkan cinta Al-Quran dalam jiwa mereka. Cinta Al-Quran akan menjadi modal dasar paling utama untuk menjelajahi perjalanan bersama Al-Quran pada fase berikutnya. Tanpa cinta padanya, aktivitas menghafal Al-Quran akan menjadi hampa tak bermakna, menambah hafalan (ziyadah) jadi enggan, mengulang (muraja’ah) pun terasa jadi beban. Berat sekali. Sehingga tak sedikit kita temukan anak-anak yang tidak peduli lagi dengan hafalan Al-Quran yang pernah disetorkan ke ustadznya. Oleh karena itu, catatan sederhana ini semoga dapat menambah khazanah bagi kita sebagai orang tua dan pendidik Al-Quran khususnya dalam mendampingi putra-putri tercinta bersama Al-Quran.

Kita akan memandang penting suatu hal, dan rela mengorbankan apapun untuk meraihnya, jika kita paham dan sadar betul keutamaan dan manfaat yang ada di balik hal tersebut. Orang sering menyebutnya AMBAK, apa manfaat bagiku? Begitu juga dengan Al-Quran. Untuk dapat menanamkan cinta Al-Quran dalam diri dan keluarga, kita harus paham dan sadar betul keutamaan Al-Quran, dan kebutuhan kita terhadapnya. Selama pondasi utama ini belum ada, maka perhatian terhadap Al-Quran akan biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa untuknya. Oleh karena itu, kita akan mengawalinya dari PONDASI ini. InsyaAllah.

PONDASI, ibarat akar bagi pohon yang mencakar ke dalam bumi. Semakin kuat akar mencengkram bumi, maka semakin kuat pohon tegak berdiri. Di atasnya tumbuh mekar dedaunan dan bunga-bunga yang indah. CINTA AL-QURAN akan tumbuh indah dan kuat saat pondasi yang menjadi tempat bertumpunya kuat dan benar.

Kenapa kita butuh Al-Quran?

1. KITA BUTUH PETUNJUK HIDUP

“Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.” (QS. Al-Isra : 9).

Menjalani hidup tanpa petunjuk adalah berjalan tanpa arah, tanpa tujuan yang jelas. Sementara kita butuh pedoman dalam segala aspek kehidupan untuk meraih kebahagiaan. Semuanya itu ada dalam Al-Quran. Untuk hal-hal sederhana saja selalu ada panduannya. Misalnya, panduan memasak rendang, bikin juice mangga, dsb. Apalah lagi untuk panduan bahagia dan selamat di dunia dan akhirat, kita jauh lebih butuh lagi akan hal ini.

Secara aplikatif, setidaknya Al-Quran memiliki 3 fungsi utama :

a. Sebagai pedoman operasional kehidupan manusia, yang dituangkan dalam bentuk hukum ibadah maupun muamalah.

b. Sebagai sistem perbaikan, baik yang bersifat fisik maupun psikis, yang dikenal sebagai Syifa’ (penyembuh).

c. Sebagai sistem pengembangan, di mana Al-Quran memiliki energi yang dapat memberikan perubahan secara signifikan pada diri manusia.

2. INGIN JADI MANUSIA TERBAIK

Diriwayatkan dari Utsman r.a., Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Dengan menjadi pembelajar Al-Quran atau pngajarnya dalam makna yang luas, kita berharap semoga termasuk orang-orang terbaik pilihan Allah. Di saat amal ibadah kita yang lain masih banyak kekurangan untuk dapat mnghadirkan rahmat Allah bagi kita.

3. MENYIAPKAN GENERASI QURANI

“Didiklah anak-anak kalian tiga perkara, cinta Nabinya, cinta keluarga Nabi (Ahlul bait), dan cinta Al-Quran….” (HR. Ad-Dailamy dari Imam Ali).

Hadits di atas memerintahkan setiap orangtua untuk mendidik dan melakukan usaha agar anak-anaknya cinta membaca Al-Quran.

4. KITA BUTUH PENJAGAAN ALLAH Subhanahuwata’ala

“Dari Ibnu Abbas r.a., “Suatu hari saya dibonceng Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam. Beliau bersabda, “Wahai anak muda, saya akan ajarkan kepadamu beberapa kata, yaitu jagalah Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, kamu akan mendapati-Nya di depanmu.”

5. INGIN KEUTAMAAN DAN PAHALA ALLAH Subhanahuwata’ala

“Dari Sa’ad bin Hisyam r.a., dari Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah Shalallahu’alaihiwassalam bersabda, “Orang yang pandai membaca Al-Quran bersama malaikat yang mulia, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dan dia terbata-bata lagi susah, maka baginya dua pahala.”

Keempat, ada beberapa pertanyaan dari peserta. Berikut tanya jawabnya.

Continue reading “KulWhap: Cara Mendidik Anak Cinta Al-Quran”

Featured
Posted in Parenting

Road Show IIP (#part2): Wisuda Matrikulasi Batch 6

 

Alhamdulillah akhirnya yang ditunggu datang jua. Siapa yang penasaran dengan wisuda online? Sekarang jamannya online, kuliah online, wisudanya juga online ya 😀 .

 

Intip dulu teasernya di link ini.

 

 

 

 

 

Dan wisuda online LN yang keren persembahan dari IP Luar Negeri, tapi ga live ya 😀

 

 

 

Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada tim matrikulasi dan tim wisuda yang sudah menyelenggarakan wisuda online ini, yang sudah berbagi dan melayani dengan segala sumber daya demi kelancaran acara. Semoga selalu diberkahi.

Oya, yang belum baca ini, baca dulu ya, hehee. Setelah itu mari kita lanjutkan wisudanya.

Wisuda matrikulasi ibu profesional ini live streaming dari akun youtube salah satu fasilitator matrikulasi, Alienda Shopia. Acara pertama pembukaan yang dilanjut dengan presensi selama 30 menit. Para matrikan saling menyapa di ruang komen. Tepat pukul 19.30 WIB, lagu Indonesia Raya berkumandang. Acara dilanjut dengan kisah matrikulasi, sambutan panitia, dan aliran rasa teman-teman matrik yang terpilih. Pada saat prosesi kelulusan wisudawati, panitia wisuda menampilkan nama-nama peserta matrikulasi yang lulus dari tiap kelas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow oleh bu septi dan pak dodik. Sesi ini kurang lancar menurut saya, karena kendala sinyal.

Selanjutnya silahkan simak saja rangkaian acaranya disini, karena saya memang ga fokus dan ga maksimal menyimak live wisuda online ini. Ini linknya WisOl MIIP#6.

 

Agam, 11.12.2018@23.13

Featured
Posted in Parenting

Road Show IIP (#part1): Aliran Rasa Kelas Matrikulasi Batch 6

 

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Haii… hai…, ada yang tau IIP? 😀

Kalau kepanjangannya Institut Ibu Profesional. IIP ini sebuah komunitas ibu-ibu dan calon ibu, ruang belajar ibu dan berbagi, tempat kuliah online (melalui grup whatsapp) dan diskusi offline (melalui kegiatan seminar, gathering, camp) karena menjadi ibu ada ilmunya ada sekolahnya. IIP lebih dikenal sebagai profesionalisme perempuan sebagai pembangun peradaban. Pendirinya Ibu Septi Peni Wulandani, di Salatiga Jawa Tengah sekitar tahun 2012.

Tau IIP dari mana?

Dari postingan instagram temen, kok bahasanya pake level-level kalau posting kegiatan bermain anaknya. Mulai kepo deh, apaan sih maksudnya. 😛 Langsung tanya mbah gugel, trus ketemu ini:

web      : www.ibuprofesional.com

facebook : Institut Ibu Profesional

instagram: @institut.ibu.profesional

Hooo.. jadi mereka tuh lagi belajar toh trus praktik langsung, ada materi ada praktik.

Kok mau ikut gabung juga?

Jelas saya mau, kan belajar, dapat ilmu, nambah wawasan, dapat kenalan baru sesama ibu-ibu, nambah silaturrahmi.

Cara gabungnya gimana?

Tinggal update aja info pendaftarannya direminder, karena yang mau ikutan banyak mesti cepat-cepat submit data dan bayar uang pendaftaran keanggotaan. Ikuti fanpagenya atau instagramnya di https://www.ibuprofesional.com/. Nanti ada info kapan pembukaan pendaftaran batch selanjutnya. Saya sekarang alhamdulillah sudah menyelesaikan perkuliahan matrikulasi batch 6.

Kenapa mesti cepat-cepat, memang yang mau gabung banyak?

Oiya yang mau daftar banyak, pas saya aja pendaftaran batch 6 bulan Juni lalu diterima 1500 orang. Pembukaan tanggal 25 Juni 2018 jam 10.00 WIB, satu setengah jam kemudian sudah full kuota, padahal pengumuman pendaftaran sampai seminggu lho.

Trus, pake bayar juga ya?

Tentu, walau online pun kudu resmi, biar ada rasa tanggung jawabnya. Biaya pendaftaran itu ga sebanding sama ilmu dan silaturrahmi yang didapat. Program kelasnya banyak, bayarnya cuma sekali. Yakinlah, pasti seru. Seru bagi orang yang menikmatinya. Kalau ga bisa menikmati, ada kok yang sudah bayar sudah dapat kelas eh ga jadi melanjuti kuliahnya karena alasan sesuatu. Boleh-boleh saja cuti. Nanti kalau mau ikut lagi di batch selanjutnya ya berebut daftar lagi tapi ga perlu bayar biaya pendaftaran.

Ceritain dong kok bisa lolos pendaftarannya? Jaringan padat merayap tuh di jam tersebut. Ada tips ga?

Kalau saya boleh jujur, sebenarnya ga yang terlalu berharap banget bisa lolos pendaftaran, ngikuti kuliahnya. Mikirnya dulu, repot ga ya tugasnya, kapan bikin tugasnya sementara ngurus anak aja ngurus ini itu duuh rasanya ampun (padahal stay di rumah aja bisa stres ya 😀 ). Trus mikir lagi, kapan lagi bisa belajar, dari pada nyambi ngasuh anak online ga jelas mending ikut belajar online, ada pembimbingnya (fasilitator), katanya mau memperbaiki kualitas diri, masa ga mau belajar, paling tidak tau bagaimana mengontrol diri mengelola emosi jika anak tidak mau menuruti apa yang kita mau, hehhee.

Oke, pasang alarm, bismillah, daftar!

Alarm saya sudah berbunyi tepat jam 10.00 WIB, tapi saya lupa mengkondisikan diri dan anak. Kalau ga salah waktu itu saya sedang menyusui anak. Sudah diingatkan alarm malah mikir, bentar lagi ahh daftarnya, masih lama ini (jangan ditiru ya :D)Jam 11.00 WIB saya buka link pendaftarannya, ngisi data, ohh no, mesti transfer biaya pendaftaran dulu baru bisa submit. Jadi pas ngisi data, kita sudah bisa add attach file/screenshot bukti transfernya. Oke, saya transfer dulu via ibanking.

Waktu kemudian menunjukkan pukul 11.30 WIB saya sudah berhasil transfer. Lanjut ngisi data, add file bukti transfer dan submit. Kemudian apa yang terjadi?

Kuota peserta sudah penuh dong. Saya terlambat……

Coba kontak mba Yani dan mba Vita, seminggu kemudian 3 Juli 2018 baru dikasih solusi karena saya transfer biaya pendaftaran sebelum jam 11.30 WIB. Alhamdulillah dikasih kemudahan, ditakdirkan untuk mengikuti perkuliahannya ternyata. 😀

Tipsnya:

  • Pasang alarm kapan pendaftaran dibuka. Jika pendaftaran dibuka jam 10.00 WIB, transfer dulu uangnya sebelum jam 10 itu 😀
  • Nanti setelah jam 10, tinggal submit data deh 😛

Oya, dalam isian form pendaftaran ini, pastikan memilih wilayah ibu profesional sesuai dimana tempat tinggal, karena nanti akan ada acara masing-masing wilayah. Kalau kita tinggal di Bogor tetapi milih wilayah ibu profesional Surabaya, kan rempong ye ada acara mahal di ongkos. 😛 Saya sedang tinggal di antara Bukittinggi – Payakumbuh, jadi saya pilih IP Payakumbuh karena lebih dekat. Komunitas wilayah Sumatera Barat masih ada dua, IP Padang dan IP Payakumbuh.

Setelah lulus pendaftaran, tinggal nunggu diundang ke kelas deh di grup whatsapp.

Lalu, setelah berada di kelas, ngapain aja tuh, kan ini kuliahnya online, seperti apa itu?
Continue reading “Road Show IIP (#part1): Aliran Rasa Kelas Matrikulasi Batch 6”

Featured
Posted in Parenting

Hari Tanpa Mimik a.k.a Menyapih

Kesalahan dalam penyapihan adalah ketika payudara bengkak malah dipompa untuk dikeluarkan. Melawan hukum alam yang justru payudara terus memproduksi air susu. Solusinya ketika mulai terasa sakit dan bengkak ya harus melakukan olah fisik untuk menguranginya.
Saya yang tidak tau hal ini, ketika tidak tahan dengan sakitnya, terpaksa dikeluarkan kiri dan kanan. Dari hasil pompaan lumayan juga dapat satu botol. Ini mompa yang kedua kalinya selama 2 tahun zahra. Pernah mompa ketika zahra usia 4 bulan karena penasaran dengan hasil pompaan dengan teknik manual pakai tangan.

Sumber : PD kiri
Pompa : manual pakai tangan kiri
Tanggal : 2 Juli
Waktu : 17.53 – 18.02
Zahra: 2 tahun 26 hari

Sumber : PD kanan + hasil foto 1
Pompa : manual pakai tangan kanan
Tanggal : 2 Juli
Waktu mompa PD ka : 18.05 – 18.14

Alhamdulillah masih bisa dipompa, bengkak berkurang, udah enakan angkat tangan, gerakin ketiak. 😀

Dulu saya berpikir menyapih itu adalah tindakan untuk ganti minum susu sapi, yang sebelumnya dari susu ibu berganti masanya jadi minum susu sapi. ‘Menyapih’ asal katanya dari ‘sapi’, dan sekarang saya keliru setelah melalui tahap ini. 😂
Secara normal, setiap anak akan melalui proses penyapihan. Anak belajar dan ibu pun belajar menyapih. Tidak mudah memang, menguras energi dan emosi. Menguji kesabaran, penuh drama dan deraian air mata. Sampai-sampai suara anak pun mau habis karena menangis minta ASI.
Saya memang sudah berniat menyapih zahra 2 tahun, menyempurnakan sesuai dengan perintah dalam AlQur’an, maksimal 2.5 tahun. Setelah dapat share tulisan ini, menguatkan saya untuk cepat dan bersemangat menyelesaikan tahapannya.

Sejak saya dan zahra mengerti berkomunikasi, setiap zahra minta nyusu pasti selalu bilang “ibu mimik”. Memang ngajarinya kalau nyusu langsung itu ‘mimik ibu’ dan minum susu lain pakai gelas itu ‘minum susu’.

Mulai tertanggal 1 Juli 2018 jam 08.00 zahra berhenti mimik ibu. Biasa kadang selesai mandi pagi minta mimik tapi saya tawari makan. Siang jam 12.00 biasa juga minta mimik tapi kali ini tidak. Menjelang sore jam 15.00 juga biasa minta mimik tapi ini minta. Saya kasih pengertian, sounding sudah sejak usia zahra 20 bulan. “Zahra kan udah berhenti mimik, mimik ibu habis, zahra sudah besar sudah 2 tahun, yang mimik itu dedek bayi”. Terdiam sambil senyum, oke dia mengerti. Maghrib juga biasa minta mimik, saya kasih pengertian lagi. Begitupun malam sebelum tidur pasti mimik dulu. Yang namanya mau tidur pasti mimik sedari bayi. Zahra dikasih pengertian lagi kalau sekarang lagi belajar mengubah kebiasaan sebelum tidur tidak mimik.
Hari demi hari dilalui tanpa mimik, malam demi malam dilalui dengan deraian air mata. Siang masih bisa diajak komunikasi untuk tidak mimik bisa makan dan minum. Tidak ingat mimik karena sibuk bermain. Kalau malam mana bisa begitu, ada drama, ditawari makan dan minum apapun ga mau.

Malam ke-1:
Tidur jam 21.00. Masuk kamar cepat karena seharian tidak tidur siang, malamnya tidur cepat. Seperti biasa kalau mau tidur mesti minta mimik. Ga dikasih sambil bilang kalau sudah tidak mimik ibu lagi karena sudah besar sudah 2 tahun. Dianya nangis, berlanjut minta gendong dan tertidur. Tengah malam bangun minta mimik, ga dikasih berlanjut nangis guling-guling. Saya mencoba kasih, setelah diicip langsung ditolak karena terasa pahit. Sengaja sebelum tidur oles payudara dengan kopi karena penasaran lihat reaksi zahra. Akhirnya minta gendong lagi, tertidur lagi. Dini hari bangun lagi minta mimik. Saya tawari minum air putih ga mau. Saya buatkan susu tapi ga diminum, akhirnya saya yang minum. Kemudian gendong lagi, tidur lagi.

Malam ke-2:
Tidur jam 22.35 karena seharian ada tidur siang jam 14.30 sampai 16.00. Tengah malam bangun jam 00.21 minta mimik, ga dikasih kemudian lanjut minta gendong kemudian tertidur. Jam 02.13 bangun lagi, minta gendong lagi. Jam 06.00 bangun, minta gendong, minum susu, gendong lagi, tertidur. Jam 07.23 baru bangun lagi.

Malam ke-3:
Tidur jam 22.30. Jam 01.43 kebangun, minta mimik, gendong kemudian tertidur. Ketika direbahkan eh kebangun lagi, minta minum mama, minta ke kamar mandi untuk pipis, gendong lagi, panggil nenek. Drama berlanjut. Nenek datang dengan niat nakuti di depan pintu kamar tapi saya tiba-tiba buka pintu, rencana nenek gagal. Akhirnya zahra digendong nenek tapi sambil duduk. Zahra tertidur jam 02.53 baru bisa direbahkan. Shubuh saya bangun zahra masih pulas. Setelah selesai shalat, zahra bangun tapi masih dalam keadaan menutup mata, saya pun pura-pura tidur. Melihat saya tidur, dianya ikut tidur lagi, baru bangun lagi jam 08.11.

Malam ke-4:
Tidur jam 21.40, seharian ada tidur siang jam 12.30 setelah makan siang, bangun jam 15.15. Lewat tengah malam mesti bangun, entah kenapa. Kali ini bangun jam 00.56 seperti biasa minta mimik. Karena ga dikasih lanjut nangis minta ke kamar mandi, pipis. Ditawari minum ga mau. Sesampai di kamar tidur lagi malah minta minum susu. Ohh drama pun dimulai lagi. Kali ini saya gendong duduk tapi zahra masih menangis minta saya berdiri, gendong, dan jalan. Saya ga mau layani sampai nenek datang nakuti ngetuk-ngetuk pintu dengan sapu lidi. Zahra peluk erat saya dan akhirnya tertidur jam 01.18, baru bisa direbahkan jam 01.48, pulas sampai pagi.

Malam ke-5:
Jam 21.00 setelah minum susu, masuk kamar, tutup pintu, nyalakan lampu tidur eh malah minta keluar lagi. Oke, tidur di luar dulu baru gendong masuk kamar. Alhamdulillah mau rebahan sambil diusap-usap dan garuk. Mungkin karena seharian tidak tidur siang, tidur malam jadi cepat. Akhirnya zahra tidur jam 21.20. Tengah malam tetap bangun, saya lihat jam 00.03, setelah saya gendong bentar, zahra tidur lagi dan pulas sampai pagi. Baru bangun lagi jam 07.23.

Malam ke-6:
Tidur jam 21.37, kali ini tanpa minum susu dan seharian tanpa tidur siang. Entah saya yang ketiduran atau memang zahra yang tidur pulas, tengah malam ga bangun. Baru bangun jam 04.00, nangis minta gendong. Saya tau tapi pura-pura masih tidur. Sampai akhirnya nenek membuat suara pukulan sapu lidi dari bawah tangga. Zahra langsung diam dan peluk saya yang masih tidur. Beberapa saat zahra bilang “ibu eek man di”, saya bangun. Saya gendong, tapi diam tidak menunjuk ke arah pintu malah tertidur. Dia pun nipu saya bilang eek biar digendong. Oke, saya ambil posisi untuk merebahkan zahra lagi ke kasur eh malah bangun. Gendong lagi, ada suara lagi, diam lagi. Setidaknya sekarang gendong sambil duduk kemudian tidur di atas perut saya. Zahra pun kembali pulas.

Malam ke-7:
Malam ke-7 dan seterusnya sampai detik ini tertanggal 11 Desember 2018, alhamdulillah Zahra sudah lepas nempel dari “mimik ibu”. Sekarang minum susu ettawa bisa pakai gelas dia sendiri.

Agam, 12.10.2018@17.07

KulWhap: “Banjir Informasi”, Haruskah Kita Tenggelam?

Kuliah online via whatsapp grup

Hari, tanggal      : Kamis, 24 Januari 2019

Jam                      : 20.00 – 21.00 WIB

Penyelenggara  : Ibu Profesional Padang

Narasumber      : Sara Neyrhiza

Host                    : Julita Kartini & Santi Sartika

Materi dan diskusi bisa dibaca di link berikut

https://ippadang.wordpress.com/2019/01/26/banjir-informasi-haruskah-kita-tenggelam/